T I M E

star

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 18 Januari 2011

SIKAP YANG MENENTUKAN SEGALANYA

Beberapa tahun yang lalu, saat saya melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, saya sedang menanti di ruang tunggu bandara ketika saya membaca sebuah puisi yang dimuat di sebuah majalan.
Saya percaya, bahwa secara keseluruhan puisi ini merangkum peranan kita dalam mencapai masa depan yang sukses.

                SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!

Minggu, 16 Januari 2011

TELINGA DAN TANGAN IBU

Berada bersama ibu begitu menenangkan. Sebab rasanya ibu tak pernah lelah menjadi ‘telinga terbaik’ bagi setiap cerita yang mengalir deras dari mulut saya, setiap kali sampai di rumah, selesai beraktifitas seharian. Ibu tak perlu bertanya apapun, saya akan duduk manis berlama-lama di kamarnya, menumpahkan segala yang telah memenuhsesakkan dada ini. Saya tak pernah berpikir sebelumnya, bahwa celoteh saya saat itu bisa jadi akan menambah lelah dan memberatkan beban yang sudah menggelantung di pundak ibu. Tapi senyumnya tetap melipur hati, seolah letih itu tak ada.


Hari itu, saya begitu tergesa sampai di sekolah, hampir saja terlambat. Pagi-pagi sekali, tidak seperti biasanya, saya telah ikut sibuk membereskan banyak sekali barang. Sekitar pukul tujuh, saya dan ibu telah berada di sebuah lobby hotel terkenal di Jakarta. Hari itu, untuk yang pertama kalinya, saya berhadapan dengan sekian banyak turis yang berseliweran dengan wajah-wajah penuh antusias memandangi, melihat-lihat, dan bercakap-cakap dengan kami-para penjaja barang dagangan di stand bazaar.
Kali itu, saat yang istimewa bagi ibu, hari pertama menjadi peserta bazaar yang dihadiri para turis maupun pekerja asing. Saya pun tak kalah semangatnya, sepanjang siang di sekolah tak henti-hentinya tersenyum-senyum sendiri, sampai teman sebangku saya-Rani namanya-rasanya sudah begitu bosan mendengar celotehan saya tentang pengalaman pagi itu. Menyaksikan dan terkikik geli mendengar ibu bercakap-cakap dengan para pembeli. Ngawur, tapi tetap saja ngotot. Padahal ibu tak bisa berbahasa Inggris.

Saya rasa Allah telah menganugerahkan ibu sepasang ‘tangan ajaib’. Saya ingat, belasan tahun lalu, saat saya duduk di bangku SD, rumah kami penuh dengan pernak-pernik. Saat itu, puluhan gulung pita berwarna-warni menumpuk di sudut kamar. Berjejeran pula berlembar-lembar karton tebal, busa, serta tumpukan kain. Saat itu, saya selalu senang memandangi dan bermain-main di ‘pojok berantakan’ milik ibu. Kedua tangannya telah menghasilkan barang-barang yang begitu menarik di mata saya. Saat itu, saya dengan gembira menyambut tawaran ibu untuk menjadi ‘asistennya’. Dan saya pun asyik bergumul dengan plastik-plastik kecil, membukanya kemudian memasukkan pita rambut warna-warni hasil karya ibu, dan menjepitnya dengan stapler. Hanya itu. Ibu tak memperkenankan saya untuk menyentuh ‘tempat foto’ cantik buatannya, yang digantung berjejer di dinding mar. Belum lagi tumpukan souvenir pesta pernikahan, entah ada berapa ratus.

Kegembiraan saya berada di antara benda-benda menarik itu seperti membuat saya lupa, bahwa saya sering menemukan ibu terkantuk-kantuk duduk di ‘meja operasi’nya sampai tengah malam, menyelesaikan pesanan.
Ibu telah menghabiskan entah berapa bagian waktu dalam hidupnya untuk menjadi ‘ember’ ternyaman bagi diri saya.
Di sanalah saya menumpahkan segala macam hal yang sering membuat ibu tersenyum geli, tertawa, atau mungkin juga turut bersedih atas apa yang saya alami. Ajaibnya, kini saya tak lagi perlu memulai percakapan itu. Sepertinya ibu telah mengetahui segala isi hati saya, tanpa perlu saya ungkapkan. Begitukah seorang ibu? Saya sempat berpikir, tak usahlah lagi menceritakan segala hal padanya. Mungkin itu hanya akan menambah lelahnya. Saya memutuskan untuk berhenti berceloteh pada ibu, toh saya sudah dewasa, dan tak lagi pantas memberatkannya dengan hal-hal tak penting macam celotehan itu. Namun hari itu, ibu menelpon saya ke kantor dan menegur saya, “Ta, kapan kamu ke rumah? Kita kan udah lama nggak cerita-cerita…”
Ibu tak hanya pendengar setia bagi celoteh anaknya, namun ia juga telah memberi dan mengajarkan saya banyak hal melalui kedua ‘tangan ajaib’nya. Ia mengajarkan saya untuk selalu berusaha menjadi pendengar yang baik bagi orang lain, melalui mimik wajah serta kalimat-kalimatnya menanggapi setiap perkataan yang saya ucapkan. Saya belajar, bahwa setiap perhatian kecil yang diberikan kepada seorang anak, maka yang tersimpan padanya adalah sebuah kasih sayang besar dan keyakinan bahwa ia disayangi. Saya belajar, bahwa kedua tangan anugerah Allah ini, adalah modal bagi kerja keras yang harus dilakukan demi orang-orang tercinta, keluarga. Entah apapun yang dapat diperbuat.

Saya tak heran, betapa banyak teman dan relasi bisnis yang ibu miliki sekarang. Banyak pula kerabat dekat yang betah berlama-lama mengobrol dengan ibu. Tak sedikit orang yang mengagumi ‘bakat’ yang mereka katakan terhadap keterampilan yang ibu miliki. Ibu menyebutnya hobi, tapi saya memahaminya sebagai cara ibu bersenang-senang dengan ‘tuntutan’ padanya untuk membantu ayah membiayai keluarga. Seringkali lelah membayang dalam raut wajah ibu, namun tak jarang saya mendapatinya berbinar kala ‘tangan ajaib’nya telah berhasil ‘menciptakan’ karya baru.

Sekarang ini, adalah giliran saya untuk menjadi ‘telinga terbaik’ bagi ibu sampai hari tuanya nanti, dan mempersembahkan hasil yang dapat saya raih dari kedua belah tangan ini untuk membahagiakannya.

PUISI UNTUK SAHABAT

SAHABAT
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya

PUISI UNTUK IBU

Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah...!!!

CERITA SEREM

pada suatu hari aku bersama adiku pergi ke suatu tempat,,kami pergi mencari seekor binatang untuk bahan praktek...Dsitu kami mencari bintang yang di perlukan,,dengan alat yang kami bawa kamipun berhasil,,.
Capek,, lelah pun kami rasakan,,akhirnya kamipun istrahat sambil makan2,,.
Tidak terasa malam tiba,,kami pulang dengan rasa capek yang kami rasakan,.di tengah perjalanan kami sambil bercerita-cerita eh.... taunya ban motornya pecah..gilanya lagi tidak ada penambal ban di tengah perjalanan itu..kamipun terpaksa mendorong motor itu.

Aku melihat pemandangan di sekitar-sekitar itu dan tiba-tia aku melihat penampakan berwarna putih,,penampakn itu datang dan berdiri di belakang aku..dan gilanya lagi hantu itu mencolek bahu aku,,..my god...aku tidak bisa berkata apa-apa di citu,,aku sangat ketakutan...dan aku smpe-smpe nangis...
hantu itupun pergi....dan kami langsung lari dengan sekencang-kencangnya....

Sabtu, 15 Januari 2011

SAHABATKU

Takdir telah datang padaq....teman skligus sahabat bwt aq telah pergi dan takkan prnah kembali,.aku telah kehilanga shabat terbaekq,,sahabt yang sllu ada bwt aku,,shbat yang sslu menyuport aku,,kni dy tlah mninggalkan aq brsama knngan2nya.....
Aku nyesal bgt,,,dy pergi gara2 aku.......,,,dy pergi krn kslhan dan kcerobohan q,,,aku kcewa sma driq sndri,,aku bnci...
Saat itu,,kita lagi pergi ke tmpat yang biasa kami kunjungi,,di citu kami banyak menyimpan kenangan yang nanti kami berniat membangun sebuah usaha KELAK...Tapi semua itu sirna,,semua itu hanya mmpi bwt kami,dan bwt aku sendiri.
Kejadian itu membuat aku sakit,,aku tidak tw lagi harus berbuat apa pda saat itu,,aKu bingung,,,aku panik...semua kjadian itu di luar ksdaran aku...aku bodoh sekali,,kenapa aku TIDAK bisa menyelamatkan dy,,kenapa aku hanya melihat dy dengan kebodohanq...
Tuhan.....apakah semua itu sUdah menjadi takdir aku...,,tpi mengapa harus dy tuhan,,mengapa harus shabat aku tuhan....??????
aku sadar aku hanya manusia biasa yang banyak brbuat kslahan yang tidak luput dari dosa,,tapi kali ini dengan klmahan yang aku punya,,aku bersujud di tempat beribadatanq,,Tuhan aku mohon tempatkanlah dia di tempat yang indah.krn hnya Engkau lah yang bisa mendengar isi hatiq..
Takdir.....
Saat aku menyayanginya,dy pergi meninggalkanku.....Ketika diriku menghampirinya dy tertidur lelap Dan trehnyak,,,,dan ketika diriku bertanya mengapa dy tidak menjawabnya....????
Mungkin di dlam tidurnya yg sangat gelap dan terhnyak dy telah di tunggu kain putih tuk membungkusnya...,,air suci tuk memandikannya,,dan tanah segar yang akan menguburnya...
Kini rasa kebersamaan itu telah tiada lagi,,,rasa sayang dy padaku kini sampai di sini...dan rasa berdukapun datang tuk kami....
Selamat tinggal sahabatku,,,,,,di sini akan ku kenang selamanya kasih sayang dan kebersamaan yang telah kau berikan kepadaku...aku sayang kamu...

ceritaq

Sepi,,hampa,,dan sedih ....itulah yang sedang aq rasakan sekarang....dy pergi meninggalkan q dan semua kleurgaq,,..,orang yang kita sayang dan kita banggakan terutama bwt ma2 dan pa2q telah mngecewkan kita semua.
Kita telah skit di buatnya,,  sakit krn perilakunya,,skit krn tingkahnya....sampai kpn dy hrus berkelkuan kya' gne..???smpai ma2 dan pa2 pergi dan takan kmblai lagi.....?????
aku sayang bangat sma ma2 papa....,, mrka yang tlah merawatq hngga skrang..mrka yang membesarkanq,,banting tlang demi menghidupkan kami semua...tpi knpa orang itu tdk sdar dgn klakuan yg tlh dia perbuat...apa dy tidak sdar klau klakuannya mmbuat semua orang sdih dan kcewa.....
Aku bingung dengan ini semua,,,,tpi....aku bejanji aku akan memberikan yang terbaek bagi ma2 dan pa2q ,,aku akan mnghapus semua yang merka alami sekarang ini,,aku janji mah...pah.....///
aku tidak akan pernah mengcwakan klian bwrlah mrka prgi dngan apa yang mereka perbuat sendiri...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More